📃 Film Opera Saidjah-Adinda

📋 Ananda Sukarlan

Penciptaan Karya Kreatif Inovatif
Diajukan Rp 998.665.000
November 2020
Disetujui Rp 782.160.000
musicapresente@gmail.com

Profil Kegiatan

Mementaskan kembali drama Saidjah dan Adinda untuk masa kekinian merupakan hal yang niscaya. Kisahnya tentang korupsi dan kesewenang-wenangan pemimpin daerah adalah hal yang berulang. Korupsi, misalnya, merupakan cerita yang sudah dituliskan dalam Max Havelaar sejak 160 tahun lalu dan hal itupun juga terjadi di masa kini. Maka tak dapat dipungkiri, ada kisah masa lalu yang bersifat aktual, masih bisa ditemui hari ini, dan layak untuk dikisahkan kembali. Apakah pesan dari cerita Saidjah-Adinda? bukan kisah kasihnya yang mencolok melainkan kemiskinan struktural akibat pemerintahan salah urus dan perlawanan Saijah-Adinda terhadap penghisapan dan penindasan.

 

Setting percintaan di situ ditujukan bukan pada pubertas Saijah-Adinda melainkan pada kondisi sosial Parangkujang dan Lebak pada umumnya. Percintaan Saidjah dan Adinda dijadikan proyektil perjuangan sosial, ketimbang sex-oriented sebagaimana dimunculkan sinetron-sinetron remaja saat ini di televisi-televisi kita. Dapat dikatakan tidak penting tragedi percintaan itu, malah cuma menjadi bumbu penyedap bagi perjuangan sesungguhnya: perlawanan sosial.

Profil Penerima

Ananda Sukarlan adalah pianis dan komponis asal Indonesia yang menetap di Jakarta dan Spanyol. Namanya lebih dikenal di kalangan musik klasik. Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century", yang berisikan riwayat hidup 2.000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id