📃 Peran dan Fungsi Naskah Pengobatan di Masa Pandemi Covid-19

📋 Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, MS

Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro
Diajukan Rp 200.000.000
Oktober – Desember 2020
Disetujui Rp 171.621.000
elis.suryani@unpad.ac.id

Profil Kegiatan

Naskah Sunda Kuno yang masih tersebar di masyarakat secara perseorangan, maupun yang sudah tersimpan di berbagai perpustakaan dan museum di Jawa Barat, isinya cukup menarik untuk digali, diteliti, dikaji dan diungkap secara lebih mendalam. Isi yang terkandung dalam naskah tersebut, merupakan kearifan lokal budaya Sunda yang selayaknya diketahui bahkan lebih dikembangkan. Salah satu kearifan lokal dimaksud, berkaitan dengan rahasia tanaman obat dan pengobatan tradisional, yang terpendam dalam Naskah Pengobatan, yang di masa Pandemi Covid-19 saat ini sangat penting.  Tanaman obat tersebut dapat digunakan sebagai pencegah dan meningkatkan kekebalan dan daya tahan/imunitas tubuh. 

 

Kenyataan yang sampai saat ini tidak bisa kita pungkiri keberadaannya, berdasar data dan fenomena yang muncul kini adalah  terkait dengan kebiasaan sebagian masyarakat adat yang begitu dekat dengan mantra dan pengobatan tradisional, dan pemanfaatannya untuk  kepentingan  pencegahan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu dari tujuh unsur  budaya yang terkandung dalam naskah pengobatan yang cukup menarik untuk dibahas adalah unsur religi, terutama yang menyangkut adat istiadat dan kebiasaan sebagian masyarakat adat yang begitu dekat dengan naskah pengobatan. 

 

Kegiatan FBK berjudul Peran dan Fungsi Naskah Pengobatan Di Masa Pandemi Covid-19, yang luarannya berupa buku referensi nasional. Persoalan menarik penelitian ini  karena ditemukannya  beberapa naskah  pengobatan, yang di dalamnya mengupas rahasia penyehat/obat tradisional berikut obat-obatan penawarnya, yang masih eksis dan masih digunakan sampai kini oleh masyarakat adat di Jawa Barat.  Naskah Pengobatan yang berisi rahasia tanaman obat penyehat’ dan pengobatan tradisional dipandang sebagai ‘dokumen dan kerifan lokal budaya’ Sunda, dapat digunakan secara multidisiplin, oleh masyarakat adat itu sendiri, filologi, pertanian, antropologi, farmasi, kesehatan masyarakat, keperawatan, dan kedokteran.

Profil Penerima

Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, MS. penulis buku yang sangat produktif dan andal. Karier menulisnya sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2002, buku yang berkaitan dengan gender. Namun, seiring bergulirnya beberapa artikelnya di berbagai media cetak lokal maupun nasional, maka keproduktifan menulisnya semakin berkembang sejak tahun 2007. Kurang lebih 65 buah buku yang ditulisnya. Sebanyak 60 judul buku di antaranya sudah diterbitkan. Buku yang ditulisnya meliputi bidang filologi, aksara, bahasa, sastra, budaya Sunda, serta beragam jenis kamus, khususnya kamus bahasa Sunda buhun (kuno). Ada beberapa buku yang ditulisnya secara multidisiplin dengan ilmu lain.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id