📃 Kaki-Tangan Pelukis Sudarso

📋 Arham Rahman

Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro
Diajukan Rp 190.981.500
Oktober - Desember 2020
Disetujui Rp 190.981.500
arham.rahman1@gmail.com

Profil Kegiatan

Penelitian “Kaki-Tangan Pelukis Sudarso” mempunyai dua luaran, yakni tulisan dalam format laporan penelitian dan video. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji karya-karya yang dibuat oleh pelukis Sudarso, seorang maestro seni lukis realis Indonesia, dan juga kehidupannya sebagai seniman. Proses penelitian ini sendiri berlangsung di sejumlah kota, yakni Bogor, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Magelang, dan Semarang. Karya-karya Sudarso dan informan-informan kunci untuk penelitian ini tersebar di kota-kota tersebut. Secara keseluruhan, proses pengambilan data, analisis, penulisan, dan editing video berlangsung kurang dari dua balan, dimulai 31 Oktober dan berakhir 12 Desember.

 

Sudarso adalah maestro seni lukis realis di Indonesia yang melahirkan begitu banyak karya. Tidak ada catatan yang pasti berapa banyak karya yang pernah dia hasilkan selama hidupnya. Karya-karyanya yang dapat diakses tersebar di rumah-rumah kolektor, istana negara, kantor pemerintahan (untuk karya mozaik) hingga kediaman anak-cucunya. Karya-karya yang lokasinya berserak tersebut menjadi sumber utama untuk dapat memahami warisan pengetahuan Sudarso dan melihat apa relevansinya untuk kehidupan kita saat ini. Hampir semua lukisan yang dibuat oleh Sudarso adalah lukisan figur, khususnya figur perempuan desa dengan beragam pose dan latar. Namun, dari semua lukisan figur yang dibuat oleh Sudarso–jika melihat aspek horizon lukisan, anatomi, jejak sapuan kuas, serta pilihan warnanya–bagian kaki dan tangan memang menjadi bagian yang paling khas.

Profil Penerima

Arham Rahman merupakan kurator dan peneliti seni rupa yang tinggal serta bekerja di Yogyakarta. Pada rentang 2014-2016, dia bekerja sebagai Redaktur Pelaksana “The Equator”, newsletter Yayasan Biennale Yogyakarta, dan di tahun 2015, sebagai Direktur Makassar Biennale yang pertama. Pada tahun 2018, mengikuti Curatorial Intensive Program di Bangkok yang diselenggarakan oleh Independent Curators International. Tahun 2019, dia menjadi bagian dari tim kurator Jogja Biennale Equator 5 yang bekerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Sejak tahun 2017, dia bekerja sebagai in-house curator di Galeri Lorong, sebuah ruang seni yang menjadikan wacana seni kerajinan sebagai platform kerjanya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id