📃 Warisan Dari Palembang

📋 Ari Ibnuhajar

Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro
Diajukan Rp 139.050.000
November - Desember 2020
Disetujui Rp 139.050.000
ariboeloe@gmail.com

Profil Kegiatan

Proyek ini adalah film dokumenter yang menceritakan tentang seorang maestro pelestari kesenian wayang di Palembang yang bernama Ki Agus Wirawan Rusdi. Ayahnya adalah seorang dalang yang tidak menurunkan ilmunya kepada Agus Wirawan. Hingga pada suatu hari ditahun 2004, selepas meninggalnya sang ayah, datanglah bantuan berupa 50 buah wayang dan seperangkat gamelan yang kurang lengkap namun bisa dimainkan.  Disitulah Ki AGus Wirawan Rusdi memutuskan untuk belajar ngedalang, melestarikan budaya yang diwariskan oleh ayahandanya. Kerja kantorannya di Lampung pun ditinggalkannya, beliau pindah ke Palembang. Kesulitannya adalah, ayahandanya telah meninggal, bagaimana Ki Agus harus belajar ngedalang?

 

Keputusannya menjadi dalang kurang didukung oleh istrinya. Istrinya merasa menjadi dalang kurang dapat perekonomian keluarga. Namun seiring perjalanan waktu, sanggar Sri Wayang Palembang ini banyak dipanggil orang untuk manggung. Dan pelan pelan nama ki Dalang Agus Wirawan mulai dikenal warga Palembang dan perekonomian keluarga perlahan membaik. Hingga suatu hari, Ki Agus Wirawan mendapat kabar tak terduga yang dapat merubah profesinya.    

Profil Penerima

Ari Ibnu Hajar, sutradara dokumenter lulusan Institut Kesenian Jakarta angkatan 90. Banyak membuat karya film documenter baik pesanan instansi maupun pribadi. Salah satu karya film dokumenternya berjudul JAKARTA 468 mendapat penghargaan sebagai dokumenter pendek terbaik di Festival Sinetron Indonesia tahun 1998.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id