📃 Festival Film Bahari 3: Pesisir Perangkai Nusantara

📋 Kemala Astika

Pendayagunaan Ruang Publik
Diajukan Rp 261.600.000
16 Oktober - 24 Oktober 2020
Disetujui Rp 210.000.000
festivalfilmbahari@gmail.com

Profil Kegiatan

Festival Film Bahari #3 2020 terjadi juga. Pandemi menjadi alasan utama FFB kali ini mundur penyelenggaraannya. Dua FFB sebelumnya terselenggara di bulan Agustus. FFB #3 hadir dengan berbagai penyesuaian sebagai langkah yang memang harus dilakukan untuk pengembangan dan pembaruan festival sekaligus sebagai bentuk adaptasi dalam menyikapi pandemi. 
 

Sebagai sebuah festival film kecil yang merangkak di perkampungan nelayan di Cirebon, jauh dari kesan gemerlap khas selebrasi insan perfilman negeri ini, FFB mengada secara sengaja untuk mengambil peran sebagai ruang pertemuan film dan rakyat.  Sebuah ruang egaliter yang sarat kesetaraan. Dalam suasana saling-memberi tanpa dominasi. Termasuk dominasi festival ini sendiri. Sejak dari penyelenggaraan pertama FFB tidak memiliki kecenderungan untuk menjadi 'pihak berwenang' penentu kualitas film. FFB hanyalah ruang sederhana tempat terjadinya pertukaran inspirasi. Film sebagai tafsir atas kehidupan memberikan gizi untuk rakyat dan rakyat melengkapi pemahaman para pembuat film tentang kehidupan itu sendiri. Sebuah siklus sederhana yang menuju pada kebaikan-kebaikan selanjutnya. FFB memang bukan pesta gemerlap para pembuat film. FFB adalah pesta rakyat dengan sajian penuh gizi berbentuk film. 
 

Apa yang menarik dari sebuah festival film mandiri ini sehingga perlu dijaga keberlangsungan penyelenggaraannya? Jawabannya bisa sangat sederhana: pertemuan itu sendiri. Pertemuan film dengan rakyat, utamanya rakyat tepi laut. Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini memang sulit mewujudkan konsep ini. Tapi bukan berarti boleh untuk tidak melakukan apa-apa. Pandemi adalah bagian dari perjalanan kebudayaan dan menuntut kemampuan adaptasi. Maka dengan segala keterbatasan, penyelenggaraan FFB 3 kali ini adalah upaya terbaik kami. 
 

Akhir kata, selamat menikmati keindahan pesisir.

Profil Penerima

Kemala Astika lahir 16 April 1981, menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Mengenal produksi film pertama kali ketika bergabung dengan Komunitas Belajar Bikin Film di tahun 2000. Akhir tahun 2016, Kemala dan beberapa rekannya membentuk komunitas Cinema Cirebon dan menginisiasi Festival Film Bahari. Festival Film Bahari akhirnya terlaksana untuk pertama kali di tahun 2018. Selain itu Kemala juga berkarya sebagai progammer film wilayah Jawa Barat di gerakan pertukaran film pendek Indonesia Raja. Saat ini Kemala masih bekerja sebagai guru SD sambil terus mendalami passionnya dalam bidang perfilman.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id