📃 Festival Bulu: Menemukan Kembali Budaya Maluku Bambu

📋 Pierre Adelaar Ajawaila

Pendayagunaan Ruang Publik
Diajukan Rp 386.056.000
Oktober - November 2020
Disetujui Rp 385.068.400
pierreajawaila@gmail.com

Profil Kegiatan

Bulu, atau bambu dalam bahasa melayu Ambon, adalah tanaman yang menjadi landasan hidup tradisi orang Maluku, bahkan di beberapa daerah dianggap sama pentingnya dengan sagu, yang merupakan makanan pokok di Maluku. Bambu pada masa lalu digunakan sebagai alat angkut, alat masak, alat musik, bahan bangunan, bahan makanan dan alat masak, bahan pembuat api hingga untuk pemotong kelamin saat sunat sebagai penanda akhil baliq,sayangnya budaya bambu di Maluku saat ini semakin ditinggalkan terutama di daerah perkotaan. Oleh karena itu, Festival Bulu: Menemukan Kembali Budaya Bambu Maluku bertujuan untuk memgolaborasikan bambu dalam pertunjukan musik, sastra, teater dan visual, sekaligus bantu mengembangkan para seniman dalam mengembangkan seni budaya berbasis bambu.

Profil Penerima

Pierre Adelaar Ajawailai berprofesi sebagai Arsitek, selama empat tahun terakhir bergiat bersama Tim Perencana Ambon Kota Musik dan kemudian Ambon Music Office untuk menjadikan Ambon sebagai kota Kreatif UNESCO di bidang musik, yang telah terwujud pada tahun 2019. Aktif membantu pelaksanaan kegiatan kebudayaan, seperti panitia daerah Indonesiana untuk Kota Ambon 2019 dengan tema Amboina International Bamboo Music Festival & Conference, panitia Konferensi Musik Pasifik di Ambon 2019. Di waktu luang bergerak bersama jejaring komunitas muda Kota Ambon menyelenggarakan kegiatan seni dan kreatifitas.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id