📃 Merajut Generasi Tenun Nggela: Sebuah Proses Etnovisual

📋 Mochammad Arief Wicaksono

Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro
Diajukan Rp 397.111.000
September-Desember 2020
Disetujui Rp 253.297.000
ariefwicaksono.m@gmail.com

Profil Kegiatan

Kegiatan Fasilitasi Bidang Kebudayaan yang diajukan berupa pendokumentasian detail ekspresi kebudayaan material Tenun Ikat Nggela, Ende, Nusa Tenggara Timur secara etnografis. Pendokumentasian ini bukan sekadar memotret dan menampilkan hasil potret dari kain-kain yang sudah jadi lalu mempublikasikannya, tetapi lebih menekankan pada proses. Pendokumentasian yang dilakukan secara holistik (atau bersifat menyeluruh) tentang kain tenun Nggela yang meliputi proses serta semua narasi tentangnya hingga publikasinya secara populer (bukan akademik) hampir belum pernah dilakukan. Pendokumentasian dilakukan pada Oktober-November 2020 di Ende, Nusa Tenggara Timur, sedangkan pameran kain tenun dan hasil fotografi serta diskusi interaktif dilaksanakan pada November-Desember 2020 di Jakarta. 
 

Pendokumentasian secara holistik meliputi: material alami dan buatan, peralatan, aktor-aktornya, sistem pengetahuannya dan kaitannya dengan pengalaman, cara-proses pembuatan dari awal hingga akhir, makna, fungsi sosial budaya di kehidupan sehari-hari, hingga narasi dinamika tenun ikat Nggela di masa kini. Dinamika yang berusaha ditangkap adalah berkaitan dengan perubahan-perubahan kondisi alam dan sosial di masa kini serta implikasinya pada eksistensi Tenun Ikat Nggela tersebut. 
 

Fungsi sosial budaya dari kain tenun ikat Lio khas Nggela yang dimaksud di sini adalah keterkaitan antara kain tenun dengan kegiatan sosial budaya di masyarakat, misalnya pernikahan, kematian, dan ritual. Keterkaitan antara objek kebudayaan dan acara ritus-tradisi di Nggela menjadi penting untuk digali karena hal tersebut menunjukkan bahwa kain bukanlah sebuah benda mati, melainkan ia hidup dan memiliki posisi dalam struktur masyarakat tersebut. Sedangkan dinamika yang dimaksud adalah bahwa para penenun dan masyarakat Nggela secara umum pasti mengalami suatu perubahan kondisi alam (misal kesediaan kapas dan pewarna alami), sosial, dan ekonomi yang tentu berpengaruh pada produktivitas tenun. Melalui kegiatan dokumentasi ini ingin menangkap narasi mengenai adaptasi atau penyesuaian bagaimana tenun ikat khas Nggela ini mampu terus bertahan dan eksis di masa yang berubah cepat.

Profil Penerima

Mochammad Arief Wicaksono menyelesaikan studi sarjananya di Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia pada tahun 2018. Saat ini ia bekerja sebagai staf dan peneliti di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Arief memfokuskan kajian penelitiannya pada isu pendidikan, komunitas tradisional, dan kekerasan terhadap perempuan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id