📃 Film Dokumenter Pendek "The Age of Remembrance"

📋 Sazkia Noor Anggraini

Penciptaan Karya Kreatif Inovatif
Diajukan Rp 260.931.000
1 September – 10 Desember 2020
Disetujui Rp 260.463.605
sazkia.na@gmail.com

Profil Kegiatan

Film ini adalah dokumenter personal, bercerita tentang kakek sang pembuat film. Abdul Hadi Noor, kakek dari Sazkia Noor Anggraini meninggal setelah menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S / PKI yang ditayangkan pertama kali di TVRI, 30 September malam, 1985. Amarah kakek setelah nonton film propaganda ini terngiang di telinga sang ibu, Juriah Mulyanti, "wah, nggak bener nih film, gak begini peristiwanya... ". 

 

Pembuat film sebelumnya telah menemukan arsip kakek berbentuk surat bertahun 1950 yang meminta Kerajaan Selangor di Malaysia untuk membebaskan Kakek dari penjara. Selain itu, arsip tentang kakek juga ditemukan di banyak dokumen berlabel "Propaganda Kemerdekaan Indonesia". Temuan ini mengungkap fakta yang tidak pernah diceritakan dalam sejarah Indonesia. Kakek adalah pendiri dan pemimpin Persatuan Indonesia Merdeka (PIM), sebuah partai pergerakan beraliran kiri yang dibentuk di Malaysia pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Partai ini sempat mengadakan tiga kongres selama 1947-1949, dihadiri keturunan Indonesia di semenanjung Melayu, dengan visi kemerdekaan Indonesia sepenuhnya dari kolonialisme. Belakangan sang pembuat film tahu bahwa partai ini menginspirasi gerakan kemerdekaan rakyat Malaysia. Sekarang, ketika kedua bangsa tinggal dalam sekat wilayah negara Malaysia dan Indonesia, sejarah kakek sang pembuat film dan gerakan diaspora Indonesia pun turut menghilang selain karena ideologi, juga karena relasi politik yang memanas di kedua negara.

Profil Penerima

Sazkia Noor Anggraini (Anggi) adalah dosen film, peneliti dan pembuat film yang tertarik pada studi naratif, sejarah dan arsip film. Dia telah banyak memproduksi video partisipatif bersama Yayasan Kampung Halaman (2007-2010). Pada 2012, muridnya terpilih sebagai Top 10 Panasonic Kids Witness News Indonesia. Ia adalah penerima grant Asia-Europe Foundation untuk berkunjung ke DMZ Documentary Film Festival, Korea Selatan (2018). Dia merupakan anggota KAFEIN (Asosiasi Pengkaji Film Indonesia) dan terlibat dalam beberapa riset bersama sejak 2017. Ia terlibat sebagai kurator Sewon Screening (2016), programmer Festival Film Dokumenter (2017-2018), dan programmer Indonesia Raja wilayah DIY-Jateng (2019-sekarang).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id