📃 Film Dokumenter Celurit Emas

📋 Rizky Julian Permana

Penciptaan Karya Kreatif Inovatif
Diajukan Rp 328.600.000
23 September - 30 November 2020
Disetujui Rp 323.631.000
ukjnx16@gmail.com

Profil Kegiatan

Film Dokumenter dengan Subyek Puisi “Celurit Emas” (1986) karya D. Zawawi Imron (seorang sastrawan dari Sumenep Jawa Timur). Celurit memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial orang Madura, juga seringkali dikaitkan dengan Carok (Duel). Fenomena itu melahirkan stigma Celurit identik dengan kekerasan. Madura sesungguhnya lekat dengan nilai-nilai sosial budaya yang positif dengan Masyarakat yang santun dan taat beragama. Hanya saja kemudian nilai-nilai positif tersebut tertutupi perilaku negatif sebagian orang Madura sendiri. D. Zawawi Imron melalui “Celurit Emas” ingin menyampaikan nilai-nilai luhur dari alam dan kultur Madura, melalui sajak tersebut beliau berharap agar masyarakat Madura bisa mengubah sikap dan menjawab tantangan zaman modern dengan sikap damai dan ilmu pengetahuan. Mitos Celurit yang berkonotasi kekuatan, kekerasan, dan kebrutalan itu, oleh beliau diberi makna baru sebagai “celurit kebijaksanaan” yang berperang melawan kebodohan, ketidakadilan, dan keterbelakangan.

Profil Penerima

Rizky Julian Permana, Lulusan Jurusan Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta. Memulai karir sebagai Video Editor sejak 2012. Pada tahun 2015 mulai menyutradarai berbagai video komersil dan juga film dokumenter seperti Tong-Tong Sumenep (2018) dan Tiupan Sang Maestro (2019). Selain menjadi Sutradara juga dikenal sebagai seorang musisi di Yogyakarta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id