📃 Penulisan Buku Pusaka Seni Rupa Indonesia Seri 2: Seni Patung Modern Indonesia

📋 Hendro Wiyanto

Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro
Diajukan Rp 634.000.000
September - November 2020
Disetujui Rp 571.500.000
hendrowiyantobudiman@gmail.com

Profil Kegiatan

Seni patung modern di Indonesia mulai menunjukkan tanda kelahirannya menjelang masa kemerdekaan, di sekitar 1940-an. Tidak sepesat perkembangan seni lukis, eksperimen seni patung “baru” dilakukan oleh sejumlah pelukis. Affandi misalnya di masa itu mulai membuat patung dari bahan tanah liat yang tidak pernah dicetak. Setelah ibukota berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta, sejumlah pelukis mulai membuat patung di kota ini, baik Affandi, Hendra Gunawan, atau Trubus.

 

Perkembangan seni patung juga tidak hanya terjadi di Jawa. Sejumlah patung baru juga muncul di Bali, pada pertengahan abad lalu. Tidak sepenuhnya melepaskan diri dari khazanah mitologi dan keagamaan, karya-karya patung baru muncul dalam khazanah budaya di Bali, menunjukkan nalar kemodernan. Kepekaan pada material dan sensasi keindahan alam yang terberi bergabung dengan penggayaan dekoratif muncul pada sejumlah patung karya I Nyoman Cokot dan Ida Bagus Nyana, yang mengolah bahanbahan kayu. Untuk itu, penulisan buku berjudul Pusaka Seni Rupa 2" Seni Patung Indonesia ini akan meneliti dan menuliskan karya utama para pematung terpilih.

 

Pilihan karya terutama berfokus pada penanda perkembangan yang teramati pada sebuah karya atau kelompok karya patung. Dimensi estetik yang menunjukkan pencapaian dan kekhasan karya, kontribusinya pada ingatan sosial dan narasi sejarah setempat menjadi bahan pengamatan utama tim seleksi —para penulis dan peneliti di dalam projek ini. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dan mengakrabkan khazanah seni patung Indonesia modern bagi kalangan siswa sekolah menengah.

Profil Penerima

Hendro Wiyanto merupakan seorang penulis seni rupa dan kurator lepas. Dirinya menyelesaikan Pendidikan seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, lalu melanjutkan ke magister-filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya, Jakarta. Hendro banyak menulis esai tentang seniman-seniman kontemporer Indonesia, antara lain Alit Semodo, FX Harsono, Gerakan Seni Rupa Baru, Heri Dono, Ugo Untoro, S Teddy D, Melati Suryodarmo, Yoga Agropop, dan masih anyak lagi. Selain menuliskan esai seni rupa, Hendro Wiyanto juga menuliskan resensi pameran di majalah Tempo dan Harian Kompas Jakarta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id