Kemdikbud Alokasikan Rp 80 Miliar untuk Fasilitasi Bidang Kebudayaan

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana sekitar Rp 80 miliar untuk menggelar lokakarya Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK).

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, FBK adalah kegiatan pendukungan yang bersifat stimulus yang diberikan kepada perseorangan maupun kelompok, dan dapat diapresiasi masyarakat dan pemangku kepentingan secara luas. Ini menjadi cikal bakal Dana Perwalian Kebudayaan.

“FBK diharapkan dapat menjadi wadah penyediaan ruang keragaman ekspresi dan mendorong interaksi budaya dan inisiatif-inisiatif baru dalam upaya pemajuan kebudayaan Indonesia sesuai UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan," ujar Hilmar saat membuka lokakarya bagi penerima FBK, Sabtu (15/8/2020).

Dikatakan FBK sebagai salah satu stimulus yang diberikan kepada perseorangan/kelompok, bersifat non-fisik dan non-komersil, serta dapat diapresiasi masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) secara luas.

Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan meliputi Fasilitasi Bidang Kebudayaan Perseorangan/Lembaga/Komunitas Budaya, Fasilitasi Kegiatan Kesenian, Fasilitasi Sarana Kesenian, Fasilitasi Penulisan Buku Sejarah, dan Fasilitasi Komunitas Budaya di Masyarakat.

Tercatat, ada tiga jenis fasilitasi yang diberikan, antara lain, Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro. Jenisnya berupa artikel, laporan penelitian, kumpulan naskah, modul dan sebagainya dari seorang maestro seni di suatu daerah.

Bisa juga berupa film dokumenter maupun media baru lainnya. Bantuan untuk jenis fasilitasi yang ini maksimal adalah Rp 750 juta sudah termasuk pajak untuk dokumentasi karya atau pengetahuan maestro.

Kemudian yang kedua, penciptaan karya kreatif inovatif. Untuk fasilitasi yang satu ini berupa karya baru di bidang budaya, baik karya yang terkait dengan pemajuan kebudayaan setempat, maupun objek pemajuan kebudayaan lainnya.

Bentuknya berupa proses produksi sebuah karya cipta, atau desain karya atau bisa juga berupa purwarupa, film atau media baru lainnya. Maksimal bantuan yang diberikan sebesar Rp 1 miliar sudah termasuk pajak Karya Kreatif Inovatif.

Terakhir, adalah fasilitasi ruang publik. Untuk jenis yang satu ini bisa berupa festival, dialog, pameran, sarasehan, lomba, pergelaran, workshop, dan ekspresi budaya lainnya. Maksimal bantuan yang diberikan adalah Rp 1 miliar termasuk pajak untuk pendayagunaan ruang publik.

“Melalui FBK, Direktorat Jenderal Kebudayaan berupaya tetap menjaga nyala api ekspresi berkebudayaan setelah dianggap redam selama Covid-19. Bahwa kegiatan kebudayaan tetap hidup dan menggeliat di tengah masyarakat,” terangnya.

Plt Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Sri Hartini mengatakan, setelah membuka pendaftaran secara terbuka dalam dua tahap, mulai dari 9 Maret hingga 30 Juli, terdaftar 1.120 permohonan proposal. Setelah melalui proses kurasi, permohonan yang lolos seleksi substansi, verifikasi lapangan, dan masuk ke tahap lokakarya berjumlah 84 proposal.

"Proses kurasi dilakukan secara akuntabel dan transparan. Kami memilih 15 orang komite yang terdiri dari pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku budaya untuk melakukan kurasi. Sehingga dalam pemilihan ini tidak ada intervensi dari pihak Kemdikbud," jelasnya.

Lokakarya yang diadakan selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Agustus 2020 di Hotel Sultan, Jakarta ini dilakukan guna menjadikan para penerima FBK sebagai agen perubahan dalam pemberdayaan kebudayaan di wilayah masing-masing.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Saluran Informasi

Telepon 021 5703303/57903020 ext. 2115
Faksimili 021 57333125
Email kebudayaan@kemdikbud.go.id